Hubungan Peran Kader Dengan Kejadian Risiko Tinggi Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bangkuang
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.575Keywords:
Ibu Hamil, Peran Kader, Risiko TinggiAbstract
Latar Belakang: Risiko tinggi kehamilan bisa ditemukan pada usia kehamilan, saat persalinan maupun setelah persalinan. Deteksi dini risiko tinggi kehamilan merupakan upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Data komplikasi ibu hamil Tahun 2023 UPT Puskesmas Bangkuang pada urutan ke 5 dengan jumlah 49 kasus. Salah satu upaya deteksi dini faktor risiko tinggi ibu hamil adalah pemberdayaan masyarakat melalui peran aktif kader kesehatan di Posyandu. Tujuan: Menganalisis hubungan Peran Kader dengan kejadian Risiko Tinggi pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bangkuang. Metode: Jenis penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik sampling total dan uji analisis Chi Square. Hasil: Berdasarkan analisis univariat sebanyak 43 ibu hamil (91,49%) menyatakan peran kader kurang sebagai pendamping. Kehamilan risiko rendah sebanyak 32 ibu hamil (68%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square p = 0,033 artinya ada hubungan peran kader dengan kejadian risiko tinggi ibu hamil. Simpulan: Ada hubungan antara peran kader dengan kejadian risiko tinggi pada ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Bangkuang. Instansi Pelayanan Kesehatan diharapkan dapat memberikan pelatihan secara rutin bagi kader untuk meningkatkan peran kader dalam mendeteksi risiko tinggi ibu hamil.


