Faktor - Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Stunting Pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Batoh Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v8i2.583Keywords:
Stunting, Tinggi Badan Ibu, Tinggi Badan Lahir, Berat Badan Lahir, ASI Eksklusif, Penyakit Infeksi, Status ImunisasiAbstract
Stunting adalah salah satu sasaran dari tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang masuk dalam Tujuan Ke-2, yaitu untuk mengakhiri kelaparan dan berbagai bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Target yang ditetapkan adalah menurunkan angka Stunting hingga 40% pada tahun 2025. Stunting diakibatkan oleh kekurangan gizi yang cukup lama (kronis) serta infeksi berulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa faktor-faktor yang memengaruhi Stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Batoh Kec. Lueng Bata Kota Banda Aceh.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan random sampling. Populasi penelitian sebanyak 297 responden dan sampel penelitian sebanyak 75 orang ibu yang memiliki balita Stunting. Penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis penelitian ini menggunakan Univariat, Bivariat dan Multivariat. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square dan regresi logistik ganda.Hasil penelitian mengenai ada pengaruh tinggi badan ibu p value= 0,004, tinggin badan lahir p value= 0,003, berat badan lahir p value= 0,002, Asi Eklusif p value= 0,001, Riwayat penyakit infeksi p value= 0,001, dan status imunisasi p value= 0,002 dengan Stunting pada balita. Berdasarkan hasil uji regresi logistik ganda variabel yang sangat berpengaruh adalah Asi Ekesklusif dengan nilai Exp(B) 14.594.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh tinggi badan ibu, tinggi badan lahir, berat badan lahir, Asi Eksklusif, riwayat penyakit infeksi dan status imunisasi dengan Stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Batoh Kec. Lueng Bata Kota Banda Aceh. Untuk dapat menekan prevalensi Stunting pada Balita diharapkan kerjasama Dinas Kesehatan, Puskesmas khususnya petugas kesehatan untuk dapat meningkatkan promosi kesehatan tentang Stunting, manfaat ASI Eksklusif, Resiko penyakit infeksi serta manfaat imunisasi bagi anak secara rutin setiap bulan.


