Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Abortus Di RSU Cut Meutia Langsa Provinsi Aceh
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.619Keywords:
Abortus, Usia, Pendidikan, Paritas, Riwayat Abortus, Status GiziAbstract
Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu target utama Sustainable Development Goals (SDGs) untuk ditekan hingga 70 per 100.000 kelahiran tahun 2030. Abortus merupakan masalah kesehatan reproduksi yang berkontribusi terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian ibu, termasuk di Indonesia. Data Dinas Kesehatan Aceh tahun 2023 menunjukkan peningkatan kasus abortus sebesar 25%. Di RSU Cut Meutia Langsa, tahun 2024 tercatat 119 kasus abortus yang terdiri dari berbagai tipe. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kejadian abortus pada ibu hamil di RSU Cut Meutia Langsa Tahun 2024. Penelitian dilakukan dengan desain Explanatory Sequential Mixed Method. Variabel penelitian meliputi usia, pendidikan, paritas, riwayat abortus, dan status gizi. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan uji chi-square pada 54 data rekam medis, pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam kepada lima informan utama (ibu hamil) dan dua informan pendukung (bidan). Hasil penelitian menyatakan tidak ada pengaruh usia terhadap kejadian abortus dengan Pvalue 0,951 (>0,05), tidak ada pengaruh pendidikan terhadap kejadian abortus dengan Pvalue 0,183 (>0,05), ada pengaruh paritas dengan kejadian abortus dengan pvalue 0,000 (<0,05), ada pengaruh riwayat abortus dengan kejadian abortus dengan pvalue 0,013 (<0,05) dan ada pengaruh status gizi dengan kejadian abortus dengan pvalue 0,000 (<0,05). Data kualitatif menunjukkan pengalaman kehamilan, trauma keguguran serta pendampingan tenaga kesehatan memengaruhi persepsi dan perilaku ibu dalam menjaga kehamilan. Disarankan ibu hamil rutin memeriksakan kehamilan setiap trimester dan memanfaatkan media digital untuk edukasi. Tenaga kesehatan perlu meningkatkan penyuluhan kepada kelompok berisiko, sedangkan fasilitas kesehatan menyediakan layanan konseling khusus dan sistem peringatan dini.


