Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Totoli Kabupaten Majene
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.610Keywords:
Pijat Oksitosin, ASI, Ibu Nifas, Produksi ASIAbstract
Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber gizi utama bagi bayi baru lahir yang berperan penting dalam pertumbuhan, perkembangan, serta pencegahan penyakit. Namun, capaian pemberian ASI eksklusif masih belum optimal di beberapa wilayah, termasuk di Puskesmas Totoli Kabupaten Majene. Salah satu intervensi non farmakologis yang diyakini dapat membantu meningkatkan produksi ASI adalah pijat oksitosin, yaitu teknik pijatan pada area tulang belakang hingga tulang iga yang bertujuan merangsang pengeluaran hormon oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan pre-test post-test control group design. Sampel penelitian terdiri dari ibu nifas yang dibagi menjadi kelompok eksperimen yang diberikan pijat oksitosin dan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Instrumen penelitian berupa lembar observasi untuk menilai jumlah dan kelancaran produksi ASI. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan produksi air susu ibu yang signifikan pada kelompok eksperimen setelah diberikan pijat oksitosin (p = 0,001 < 0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan bermakna (p = 0,705 > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pijat oksitosin terbukti efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Intervensi ini dapat dijadikan salah satu metode sederhana, aman, dan non farmakologis dalam mendukung keberhasilan program ASI eksklusif, serta direkomendasikan untuk diterapkan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya di fasilitas kesehatan tingkat pertama.


