Hubungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal Terhadap Perbaikan Status Gizi Balita Stunting Di Puskesmas Godean 1
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.624Keywords:
Stunting, PMT Lokal, Pangan Lokal, Status Gizi, BalitaAbstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak. Di wilayah kerja Puskesmas Godean 1 tercatat 1.765 balita, dan sebanyak 64 balita menerima program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal pada periode Juli–September 2024. Penelitian ini bertujuan menilai keterkaitan pemberian PMT lokal dengan perbaikan status gizi balita stunting berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U). Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan data sekunder. Sampel terdiri dari 64 balita berusia 12–59 bulan yang dipilih secara total sampling. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden, sedangkan analisis bivariat dengan uji McNemar digunakan untuk menilai perubahan status gizi sebelum dan sesudah intervensi. Uji Chi-Square digunakan untuk mengevaluasi hubungan tingkat kepatuhan dengan perbaikan status gizi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas balita berusia ≥24 bulan (75%) dan berjenis kelamin laki-laki (64,1%). Proporsi stunting menurun dari 73,4% menjadi 39,1%, sedangkan status gizi normal meningkat dari 26,6% menjadi 60,9%. Uji McNemar menunjukkan perubahan signifikan (p-value = 0,035). Tingkat kepatuhan pengambilan PMT sebesar 71,9%, namun uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara kepatuhan dengan perbaikan status gizi (p-value = 0,261). Dengan demikian, pemberian PMT lokal selama 56 hari berhubungan dengan perbaikan status gizi balita. Program disarankan dilaksanakan lebih lama, disertai pemantauan konsumsi aktual dan edukasi gizi agar penurunan stunting lebih optimal.


