Peran Posyandu Dalam Mendukung Integrasi Layanan Primer Untuk Mencegah Stunting Di Wilayah Puskesmas Gedongtengen
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.648Keywords:
Peran Posyandu, Integrasi Layanan Primer, StuntingAbstract
Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, menurut Riskesdas 2018 prevalensi stunting di indonesia mencapai 21,41%. Dampak stunting bagi balita termasuk pertumbuhan fisik terhambat, perkembangan otak terganggu, produktivitas menurun, resiko penyakit meningkat, khususnya pada anak yang mengalami stunting terutama pada usia dibawah lima tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran posyandu dalam mendukung integrasi layanan primer untuk mencegah stunting di Wilayah Puskesmas Gedongtengen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, desain penelitian studi kasus, dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam pada Ahli Gizi, Kader Posyandu, dan Ibu balita. Analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukan bahwa posyandu berperan penting dalam mencegah stunting pada balita di Wilayah Puskesmas Gedongtengen. Peran Posyandu diantara lain sebagai edukasi gizi seimbang melalui buku KIA dan leafleat, peran sebagai penghubung dalam menyampaikan informasi apabila berat badan balita tidak mengalami kenaikan, serta peran layanan sebagai pemantauan pertumbuhan perkembangan melalui penimbangan dan pengukuran secara rutin telah berjalan dengan baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong ibu balita untuk lebih rutin memanfaatkan layanan Posyandu serta mendorong kader untuk meningkatkan kapasitas dalam memberikan edukasi pencegahan stunting secara berkelanjutan.


