Hubungan Pengetahuan Dan Personal Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Klinik / BP Annisa Banyuasin
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.739Keywords:
Pengetahuan, Personal Hygiene, Keputihan, Ibu HamilAbstract
Sebanyak 75% wanita di Indonesia pernah mengalami keputihan minimal sekali dalam hidupnya. Keputihan pada kehamilan merupakan fenomena yang sering muncul sebagai dampak adaptasi hormonal, namun pada kondisi tertentu dapat berkembang menjadi masalah patologis yang berisiko terhadap kesehatan ibu dan janin. Manifestasi patologis berpotensi memicu infeksi saluran reproduksi, ketuban pecah dini, hingga persalinan prematur apabila tidak dikenali dan ditangani secara tepat. Tingkat pengetahuan ibu serta kebiasaan menjaga kebersihan diri, khususnya area genital, dipandang berperan dalam upaya pencegahan dan deteksi dini kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan menilai keterkaitan pengetahuan dan praktik personal hygiene dengan kejadian keputihan pada ibu hamil di Klinik/BP Annisa Banyuasin tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Seluruh ibu hamil yang berkunjung selama periode penelitian (n=58) dilibatkan sebagai sampel. Data diperoleh melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji Chi-Square. Temuan menunjukkan sebagian besar responden melaporkan keputihan (94,8%), mayoritas memiliki pengetahuan kategori baik (96,6%), sementara praktik personal hygiene cenderung kurang memadai (70,7%). Analisis bivariat mengindikasikan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan dan kejadian keputihan (p=0,002), sedangkan personal hygiene tidak menunjukkan hubungan signifikan (p=0,548). Dengan demikian, pengetahuan berasosiasi dengan kejadian keputihan pada ibu hamil, sementara praktik personal hygiene tidak terbukti berhubungan secara statistik. Penguatan edukasi yang berkesinambungan tetap diperlukan sebagai bagian dari pelayanan antenatal.


