Manajemen Penerapan Asuhan Sayang Ibu Dengan Proses Persalinan Normal Di Puskesmas Batua Raya Makassar 2025

Authors

  • Riswanti Universitas Islam Makassar
  • Rizky Auliah Juniarti Universitas Islam Makassar
  • Fatmawati Universitas Islam Makassar
  • Nurul Fuady Fitryani Ahmad Universitas Islam Makassar

DOI:

https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.740

Keywords:

Asuhan Sayang Ibu, Persalinan Normal, Ibu Inpartu

Abstract

Asuhan sayang ibu merupakan pendekatan pelayanan kebidanan yang berorientasi pada kebutuhan fisik dan psikologis ibu selama persalinan. Penerapan asuhan yang optimal diharapkan dapat mendukung kelancaran proses persalinan dan mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerapan asuhan sayang ibu dengan kejadian persalinan normal di Puskesmas Batua Raya Makassar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2025 dengan jumlah responden 50 ibu inpartu yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mendapatkan penerapan asuhan sayang ibu yang baik (68%) dan mengalami persalinan normal (72%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penerapan asuhan sayang ibu dengan kejadian persalinan normal (ρ = 0,005; ρ < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan asuhan sayang ibu dengan persalinan normal. Penerapan asuhan sayang ibu secara konsisten perlu ditingkatkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kebidanan serta mendukung keselamatan ibu dan bayi.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-01-03

How to Cite

Riswanti, Rizky Auliah Juniarti, Fatmawati, & Nurul Fuady Fitryani Ahmad. (2026). Manajemen Penerapan Asuhan Sayang Ibu Dengan Proses Persalinan Normal Di Puskesmas Batua Raya Makassar 2025. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 9(1), 548–555. https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.740