Pengaruh Penerapan Foot Message Terhadap Pasien Post Op CA Mamae Dengan Nyeri Akut di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.745Keywords:
Pijat Kaki, Kanker Payudara, Nyeri AkutAbstract
Kanker payudara (Breast Cancer) merupakan jenis kanker yang paling sering menyerang wanita dan sering menimbulkan nyeri akut pasca operasi. Nyeri akut dapat mengganggu kenyamanan dan memperburuk kondisi fisik maupun psikis pasien. Salah satu terapi nonfarmakologi yang efektif untuk mengurangi nyeri adalah pijat kaki karena dapat merangsang pelepasan endorfin dan memberikan efek relaksasi. Untuk mengetahui pengaruh terapi pijat kaki terhadap penurunan tingkat nyeri akut pada pasien kanker payudara pasca operasi di RSUD Prof. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimen menggunakan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri dari 7 pasien kanker payudara pasca operasi yang dipilih melalui purposive sampling. Pengukuran nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri yang signifikan setelah dilakukan terapi pijat kaki, dengan rata-rata tingkat nyeri sebelum intervensi sebesar 5,4 ± 1,08 dan menurun menjadi 2,3 ± 1,16 setelah intervensi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p <0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara terapi pijat kaki dan penurunan nyeri akut pada pasien pascaoperasi kanker payudara. Kesimpulan: Terapi pijat kaki efektif dalam mengurangi nyeri akut, memberikan relaksasi, meningkatkan kenyamanan, dan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi keperawatan nonfarmakologis. Tenaga kesehatan didorong untuk menerapkan terapi pijat kaki sebagai bagian dari intervensi keperawatan untuk mengurangi nyeri akut, terutama pada pasien pascaoperasi kanker payudara.


