Gambaran Waktu Munculnya Peristaltik Usus Pada Pasien Dengan Post General Anestesi Di Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.895Keywords:
General Anastesi, Peristaltik Usus, PascaoperasiAbstract
General Anestesi dapat menghambat aktivitas motorik usus, yang berisiko menyebabkan komplikasi gastrointestinal pascaoperasi. Monitoring waktu kembalinya peristaltik usus sangat penting untuk mendeteksi pemulihan fungsi pencernaan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran waktu munculnya peristaltik usus pada pasien post general anestesi di RSUD Toto Kabila berdasarkan faktor usia, jenis kelamin, jenis tindakan, lama tindakan, dan jenis anestesi. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif ini melibatkan 32 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi bising usus langsung secara berkala pascaoperasi menggunakan stetoskop. Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian didapatkan responden mayoritas berusia 20–39 tahun (53,3%), perempuan (56,3%), menjalani bedah mayor (62,5%), dengan durasi operasi ±120 menit (43,8%). Waktu munculnya peristaltik usus tercepat (±30 menit) dominan pada usia 20–39 tahun (21,9%), operasi singkat ±45 menit (18,8%), dan anestesi inhalasi (31,3%). Sebaliknya, pemulihan paling lambat (±180 menit) terjadi pada pasien usia 40–59 tahun (3,1%) dan durasi operasi lama ±150 menit (6,3%). Kesimpulan penelitian ini adalah kembalinya peristaltik usus pasca-General anestesi bervariasi, dimana waktu pemulihan gastrointestinal terbukti lebih cepat pada pasien usia muda, durasi operasi singkat, dan penggunaan metode anestesi inhalasi. Oleh karena itu, tenaga kesehatan disarankan untuk melakukan monitoring bising usus secara lebih intensif dan berkala, khususnya pada kelompok pasien usia tua dengan durasi operasi yang lama.


