Hubungan Kualitas Tidur Pasien Dengan Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke Yang Menjalani Rehabilitasi
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.764Keywords:
Kualitas Hidup, Kualitas Tidur, Pasien Pasca Stroke, RehabilitasiAbstract
Stroke merupakan suatu kondisi ketika aliran darah ke otak terganggu secara mendadak akibat sumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga menyebabkan kerusakan pada jaringan otak, yang dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan penderitanya. Pasien pasca stroke sering mengalami gangguan tidur akibat perubahan neurologis dan kondisi psikologis, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas hidup pasien yang menjalani rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur pasien dengan kualitas hidup pasien pasca stroke yang menjalani rehabilitasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelatif dan pendekatan Cross Sectional. Sampel berjumlah 48 yang diambil menggunakan teknik Purposive Sampling. Alat ukur penelitian ini menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Stroke-Specific Quality of Life Scale (SSQOL) yang sudah terbukti valid dan reliabel. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat menggunakan SPSS uji chi square. Hasil: Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 28 responden (58.3%), dan tingkat kualitas hidup rendah sebanyak 21 (43.8%). Hasil analisa bivariat menggunakan uji Chi square didapatkan nilai p value (0,008) < alpha (0,05) sehingga Ho ditolak. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kualitas tidur pasien dengan kualitas hidup pasien pasca stroke yang menjalani rehabilitasi di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Disarankan bagi peneliti selanjutnya dapat memberikan intervensi yang berfokus pada peningkatan kualitas tidur sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas hidup, dan melihat variabel lain yang mempengaruhi kualitas hidup pasien pasca stroke selama proses rehabilitasi.


