Hubungan Usia Ibu Hamil Dengan Kejadian Emesis Gravidarum Di Wilayah Kerja Puskesmas Kereng Bangkirai Palangka Raya 2025
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.808Keywords:
Usia Ibu, Emesis Gravidarum, KehamilanAbstract
Latar Belakang : Emesis Gravidarum merupakan keluhan umum pada ibu hamil yang ditandai dengan mual dan muntah, terutama pada trimester pertama kehamilan. Kondisi ini dapat memengaruhi status gizi, aktivitas sehari-hari, serta kualitas hidup ibu hamil. Berbagai faktor diduga berperan dalam terjadinya Emesis Gravidarum, salah satunya adalah usia ibu. Usia reproduksi sehat (20–35 tahun) merupakan kelompok usia dengan angka kehamilan tertinggi, namun belum dapat dipastikan apakah usia ibu berhubungan secara langsung dengan kejadian Emesis Gravidarum. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu hamil dengan kejadian Emesis Gravidarum di Wilayah Kerja Puskesmas Kereng Bangkirai Palangka Raya Tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang tercatat di Wilayah Kerja Puskesmas Kereng Bangkirai Palangka Raya Tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 79 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari data sekunder berupa buku register Antenatal Care (ANC). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara usia ibu hamil dengan kejadian Emesis Gravidarum (p-Value >0,05). Kesimpulan : Hasil penelitian tentang hubungan usia ibu hamil dengan kejadian Emesis Gravidarum di Wilayah Kerja Puskesmas Kereng Bangkirai Palangka Raya Tahun 2025, dapat disimpulkan bahwa usia ibu hamil tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian Emesis Gravidarum. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value lebih besar dari 0,05, yang berarti perbedaan usia ibu tidak memengaruhi terjadinya Emesis Gravidarum.


