Pengaruh Pemberian Aroma Terapi Lavender Dan Lemon Untuk Mengatasi Frekuensi Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester 1 di Puskesmas Bantargadung Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.822Keywords:
Emesis Gravidarum, Aromaterapi Lavender, Aromaterapi Lemon, Ibu Hamil Trimester I, PUQE ScoreAbstract
Latar Belakang Penelitian ini Emesis gravidarum merupakan keluhan mual dan muntah yang sering terjadi pada ibu hamil trimester I akibat perubahan hormonal, khususnya peningkatan hormon estrogen, progesteron, dan hCG. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan nafsu makan, dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, serta penurunan kualitas hidup ibu hamil apabila tidak ditangani dengan tepat. Salah satu upaya non farmakologis yang dapat dilakukan adalah pemberian aromaterapi lavender dan lemon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender dan lemon dalam mengurangi frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Bantargadung Tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua responden ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum tingkat sedang. Responden pertama diberikan intervensi aromaterapi lavender dan responden kedua diberikan aromaterapi lemon selama 7 hari berturut-turut. Pengukuran frekuensi mual muntah menggunakan instrumen PUQE (Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea). Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan frekuensi mual muntah pada kedua responden setelah pemberian aromaterapi selama 7 hari. Aromaterapi lavender dan lemon terbukti efektif sebagai terapi komplementer non farmakologis dalam membantu mengurangi gejala emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian aromaterapi lavender dan lemon dapat menjadi alternatif intervensi non farmakologis yang aman dan mudah diterapkan dalam asuhan kebidanan untuk mengurangi frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.


