Hubungan Penggunaan Sosial Media Terhadap Persepsi Citra Tubuh Remaja di SMA Negeri 1 Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.840Keywords:
Body Image, Media Sosial, Remaja, TikTokAbstract
Masa remaja merupakan periode perkembangan yang kritis dengan perubahan fisik dan psikososial yang cepat sehingga remaja rentan terhadap pembentukan persepsi citra tubuh. Tingginya penggunaan media sosial membuat remaja terpapar konten visual yang menampilkan standar tubuh ideal, yang berpotensi memengaruhi cara remaja menilai tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan media sosial terhadap persepsi citra tubuh remaja. enelitian ini menggunakan metode analytical survey dengan desain cross-sectional studi. Sampel penelitian berjumlah 82 siswa kelas XI SMAN 1 Pekanbaru yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Multidimensional Body Self-Relation Questionnaire–Appearance Scale. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dan persepsi citra tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki citra tubuh negatif. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara intensitas penggunaan media sosial dengan persepsi citra tubuh remaja (p=0,000). Remaja dengan intensitas penggunaan media sosial tinggi memiliki peluang 6 kali mengalami citra tubuh negatif dibandingkan remaja dengan intensitas penggunaan media sosial rendah. Intensitas penggunaan media sosial berhubungan signifikan dengan persepsi citra tubuh remaja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paparan media sosial yang tinggi dapat memengaruhi pembentukan citra tubuh remaja dan menegaskan pentingnya penggunaan media sosial yang sehat dan bijak.


