Hubungan Tugas Kesehatan Keluarga Dengan Tingkat Demensia Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.858Keywords:
Lansia, Tingkat Demensia, Tugas Kesehatan KeluargaAbstract
Lansia dengan demensia memiliki tingkat ketergantungan tinggi pada keluarga dalam hal melakukan aktivitas sehari – hari, oleh karena itu keluarga memegang peranan penting dalam mengatasi masalah lansia khususnya pada pelaksanaan tugas kesehatan keluarga guna meningkatkan derajat kesehatan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan Tugas Kesehatan Keluarga Dengan Tingkat Demensia pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga. Metode kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dimana Sampel dipilih melalui metode purposive sampling, dengan sampel sebanyak 56 responden lansia di wilayah kerja puskesmas Telaga. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan lembar kuesioner tugas kesehatan keluarga dan observasi tingkat demensia lansia. Analisa data menggunakan uji chi square (x2) dengan kemaknaan (< 0.05). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas tugas kesehatan keluarga pada lansia kurang baik sejumlah 41 orang (73.2%), dan lansia mengalami demensia sedang sejumlah 30 orang (53.6%). Nilai statistik didapatkan Asymp. sig (2 tailed) p value sebesar 0.021 < 0.05 yang berarti terdapat Hubungan Tugas Kesehatan Keluarga Dengan Tingkat Demensia Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga. Kesimpulannya adalah tugas kesehatan keluarga sangat penting dalam penanganan awal dan lanjutan demensia pada lansia. Saran pada penelitian ini yaitu perlunya evaluasi berkala terkait dengan peran keluarga dalam pelaksanaan tugas kesehatan keluarga pada lansia yang mengalami demensia.


