Pengaruh Psikoedukasi Terhadap Kemampuan Psikologis Keluarga Dalam Merawat Lansia Dengan Diabetes Melitus Di Desa Mongolato Kecamatan Telga Kabupaten Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.887Keywords:
Psikoedukasi, Kemampuan Psikologis Keluarga, Lansia, Diabetes MelitusAbstract
Diabetes mellitus (DM) pada lansia merupakan penyakit kronis yang memerlukan perawatan jangka panjang serta keterlibatan aktif keluarga sebagai pengasuh utama. Tekanan psikologis yang dialami keluarga selama proses perawatan dapat mempengaruhi kualitas dukungan yang diberikan kepada lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh psikoedukasi terhadap kemampuan psikologis keluarga dalam merawat lansia dengan DM di Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest . Sampel berjumlah 26 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling . Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur dukungan emosional, coping stress, dan komunikasi positif, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test . Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor kemampuan psikologis keluarga dari mean pretest 35,50 menjadi mean posttest 49,50 , serta peningkatan kategori kemampuan baik dari 38,5% menjadi 84,6% setelah intervensi psikoedukasi. Uji statistik menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05) yang menandakan adanya pengaruh psikoedukasi yang signifikan terhadap kemampuan psikologis keluarga dalam merawat lansia dengan DM. Berdasarkan hasil tersebut, keluarga diharapkan menerapkan kemampuan psikologis dalam perawatan sehari-hari, tenaga kesehatan mengembangkan program psikoedukasi keluarga secara berkelanjutan di komunitas, institusi pendidikan memanfaatkan penelitian ini sebagai referensi pembelajaran, serta peneliti selanjutnya disarankan menggunakan desain dengan kelompok kontrol dan variabel yang lebih luas.


