Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Motorik Halus Pada Balita Usia 1-5 Tahun Di Wilayah Kerja Posyandu Flamboyan Desa Ulapato A Kec. Telaga Biru Kabupaten Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.891Keywords:
Status Gizi, Motorik Halus, Balita, Denver IIAbstract
Status gizi merupakan faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan balita, termasuk perkembangan motorik halus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan perkembangan motorik halus pada balita usia 1–5 tahun di wilayah kerja Posyandu Flamboyan Desa Ulapato A, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 40 balita yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Status gizi diukur menggunakan indeks BB/TB berdasarkan standar WHO dalam bentuk Z-score, sedangkan perkembangan motorik halus dinilai menggunakan Denver II dengan penilaian per item. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji Fisher’s Exact Test karena terdapat sel dengan frekuensi harapan kurang dari 5 sehingga tidak memenuhi asumsi uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar balita memiliki status gizi normal (62,5%) dan perkembangan motorik halus kategori normal (60,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p < 0,001 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan perkembangan motorik halus. Disimpulkan bahwa status gizi yang baik berkontribusi terhadap perkembangan motorik halus yang optimal, sehingga diperlukan pemantauan status gizi dan stimulasi perkembangan secara rutin.


