Hubungan Stres Psikososial (EPDS) Dengan Kejadian Preeklampsia Di Wilayah Puskesmas Karanggede
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.896Keywords:
Stres Psikososial, PreeklampsiaAbstract
Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal secara global. Di Indonesia, preeklampsia menempati posisi ketiga sebagai penyebab kematian ibu setelah perdarahan dan infeksi, dengan angka Case Fatality Rate (CFR) yang masih relatif tinggi meskipun berbagai upaya pencegahan telah dilakukan. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi (kurang dari sama dengan 140/90 mmHg) yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu, disertai dengan proteinuria atau disfungsi organ target lainnya. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara stress psikososial dengan kejadian preeklampsia di wilayah kerja Puskesmas Karanggede. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil: Berdasarkan hasil analisis chi square. dengan α = 0,05, diperoleh nilai p- value kurang dari 0,05 yaitu 0,012. Jika p kurang dari 0,05 hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima yaitu ada hubungan antara antara stress psikososial dengan kejadian preeklampsia di wilayah kerja Puskesmas Karanggede.


