Hubungan Faktor Resiko Dengan Kejadian Preekempsia Pada Ibu Hamil Di Boyolali
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.897Keywords:
Preeklampsia, Umur, Paritas, IMT, Riwayat PenyakitAbstract
Preeklampsia menjadi masalah kesehatan global yang signifikan karena prevalensinya yang cukup tinggi, terutama di negara dengan sumber daya kesehatan terbatas. Diagnosis dini dan manajemen yang tepat sangat penting untuk mencegah progresi preeklampsia, seperti eklampsia yang bisa menyebabkan kejang, gangguan koagulasi, kegagalan organ multipel, dan bahkan kematian. Tantangan utama dalam praktik kebidanan adalah identifikasi faktor risiko, edukasi ibu hamil tentang tanda–tanda bahaya, serta memastikan intervensi cepat melalui pemantauan antenatal yang efektif. Kesehatan dan kesejahteraan ibu hamil memainkan peran penting dalam rangka menilai berkualitasnya sebuah layanan kesehatan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara faktor resiko ibu hamil dengan kejadian preeklampsia. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain studi observasional analitik dengan pendekatan cross-control. Dengan sampel sebanyak 202 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan chi square. Hasil: Pada variabel umur hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,003. Pada variabel paritas hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,011. Sementara pada variabel IMT hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000. Pada variabel riwayat penyakit hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor risiko umur ibu, paritas, indeks massa tubuh, dan riwayat penyakit dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di Boyolali. Faktor yang paling dominan ditunjukkan oleh nilai signifikansi yang sangat kuat pada IMT dan riwayat penyakit (p = 0,000).


