Hubungan Penggunaan KB Suntik 3 Bulan Dengan Kenaikan Berat Badan Ibu Di Klinik Mutiara Sehat Karangploso Tahun 2026
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.950Keywords:
3-Month Injectable Contraception, Weight GainAbstract
AbstrakPenggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan masih menjadi metode KB paling dominan di Indonesia karena dinilai praktis, efektif, dan terjangkau. Namun, efek samping metabolik berupa kenaikan berat badan sering dikeluhkan akseptor dan berpotensi mengganggu keberlanjutan program KB. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan KB suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan ibu di Klinik Mutiara Sehat Karangploso tahun 2026. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 50 akseptor yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74,0% akseptor mengalami kenaikan berat badan 1–8 kg. Terdapat hubungan signifikan antara usia dengan kenaikan berat badan (p=0,002) dan hubungan sangat signifikan antara lama pemakaian (>2 tahun) dengan kenaikan berat badan (p=0,001). Semakin lama penggunaan KB suntik 3 bulan, semakin besar risiko kenaikan berat badan, terutama pada kelompok usia reproduktif optimal (21–34 tahun). Penelitian ini menyimpulkan bahwa KB suntik 3 bulan berpengaruh nyata terhadap kenaikan berat badan ibu. Disarankan agar tenaga kesehatan memberikan konseling komprehensif, memantau berat badan secara berkala, serta menyediakan alternatif metode kontrasepsi jangka panjang bagi akseptor yang terganggu dengan efek samping tersebut.
Kata Kunci: Kontrasepsi suntik 3 bulan; DMPA; Kenaikan berat badan; Ibu; Lama pemakaian; Usia reproduktif; Klinik Mutiara Sehat Karangploso
Abstract
The use of three-month injectable contraception remains the most dominant family planning method in Indonesia due to its practicality, effectiveness, and affordability. However, the metabolic side effect of weight gain is frequently complained about by acceptors and has the potential to disrupt the sustainability of family planning programs. This study aims to analyze the relationship between the use of three-month injectable contraception and maternal weight gain at the Mutiara Sehat Karangploso Clinic in 2026. The study employed an analytical survey design with a cross-sectional approach involving 50 acceptors selected through purposive sampling. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that 74.0% of acceptors experienced weight gain of 1–8 kg. There was a significant relationship between age and weight gain (p=0.002) and a highly significant relationship between duration of use (>2 years) and weight gain (p=0.001). The longer the use of three-month injectable contraception, the greater the risk of weight gain, particularly among acceptors in the optimal reproductive age group (21–34 years). This study concludes that three-month injectable contraception has a significant effect on maternal weight gain. It is recommended that healthcare providers offer comprehensive counseling, monitor weight regularly, and provide alternative long-acting contraceptive methods for acceptors who are adversely affected by this side effect.Keywords: Pregnant women's knowledge, breast care, implementation of breast care, pregnancy, breastfeeding
Keywords: 3-Month Injectable Contraception; DMPA; Weight Gain; Maternal; Duration of Use; Reproductive Age; Mutiara Sehat Karangploso Clinic


