Efektifitas Pijat Bayi terhadap Kualitas Tidur pada Bayi Usia 6-12 Bulan di TMPB Sri Indah Pakis Kabupaten Malang
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.965Keywords:
Pijat Bayi, Kualitas Tidur, Terapi Komplementer, KebidananAbstract
Tidur merupakan kebutuhan fisiologis penting pada bayi yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan optimal. Kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi perkembangan fisik, emosional, neurologis, dan sistem imun bayi. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur bayi adalah pijat bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pijat bayi terhadap kualitas tidur pada bayi usia 6–12 bulan di TPMB Sri Indah. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 30 bayi usia 6–12 bulan yang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Intervensi pijat bayi dilakukan selama dua minggu dengan frekuensi tiga kali setiap minggu. Pengukuran kualitas tidur dilakukan menggunakan lembar observasi yang meliputi durasi tidur, frekuensi terbangun malam hari, dan kondisi ketenangan bayi saat tidur. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pijat bayi sebagian besar bayi memiliki kualitas tidur kurang baik sebanyak 19 responden (63,3%). Setelah diberikan intervensi pijat bayi, sebagian besar bayi memiliki kualitas tidur baik sebanyak 24 responden (80,0%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (<0,05), sehingga terdapat pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 6–12 bulan di TPMB Sri Indah. Kesimpulan penelitian ini adalah pijat bayi efektif meningkatkan kualitas tidur bayi usia 6–12 bulan. Pijat bayi dapat dijadikan terapi komplementer untuk membantu meningkatkan kenyamanan, relaksasi, dan pola tidur bayi secara optimal.


