Pengaruh Pemberian Minuman Herbal Jus Daun Katuk Terhadap Produksi ASI Dan Status Gizi Bayi
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.969Keywords:
Katuk Leaf Juice, Sauropus androgynus, Breast Milk Production, Infant Nutritional StatusAbstract
Abstrak
Rendahnya cakupan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif di Indonesia salah satunya disebabkan oleh persepsi ketidakcukupan produksi ASI yang mendorong pemberian susu formula dini. Menganalisis pengaruh pemberian minuman herbal jus daun katuk (Sauropus androgynus) terhadap produksi ASI dan status gizi bayi. Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest-posttest with control group melibatkan 80 ibu menyusui (40 intervensi dan 40 kontrol) di RSUD Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Februari-April 2026. Kelompok intervensi menerima jus daun katuk 200 mL/hari selama 14 hari, sementara kelompok kontrol hanya menerima konseling laktasi. Produksi ASI diukur dengan metode test weighing dan status gizi bayi dinilai melalui Z-score berat badan menurut umur, panjang badan menurut umur, berat badan menurut panjang badan, serta lingkar kepala menurut umur berdasarkan standar WHO. Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan produksi ASI dari rata-rata 385,6 mL/hari menjadi 612,4 mL/hari (peningkatan sekitar 226,8 mL/hari atau 58,8 persen dengan nilai p kurang dari 0,05). Seluruh indikator status gizi bayi pada kelompok intervensi juga mengalami perbaikan Z-score yang signifikan (nilai p kurang dari 0,05). Sebaliknya, kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan produksi ASI sebesar 28,2 mL/hari dan perubahan status gizi yang tidak bermakna secara statistik (nilai p lebih dari 0,05). Pemberian jus daun katuk efektif meningkatkan produksi ASI dan status gizi bayi, sehingga berpotensi menjadi intervensi alami berbasis sumber daya lokal yang praktis dan aman untuk mendukung program ASI eksklusif di Indonesia.
Kata Kunci : Jus Daun Katuk; Sauropus androgynus; Produksi ASI; Status Gizi Bayi; Galactagogue; ASI Eksklusif; Ibu Menyusui; Intervensi Herbal
Abstract
Low exclusive breastfeeding coverage in Indonesia is partly driven by the perception of insufficient breast milk production, which encourages early formula supplementation. To analyze the effect of katuk leaf (Sauropus androgynus) herbal juice on breast milk production and infant nutritional status. A quantitative quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design was conducted involving 80 breastfeeding mothers (40 intervention and 40 control) at RSUD Ogan Ilir, South Sumatra, from February to April 2026. The intervention group received 200 mL/day of katuk leaf juice for 14 days, while the control group received only standard lactation counseling. Milk production was measured using the test-weighing method, and infant nutritional status was assessed through Z-scores for weight-for-age, length-for-age, weight-for-length, and head circumference-for-age based on WHO standards.
Results: The intervention group exhibited a significant increase in milk production, from an average of 385.6 mL/day to 612.4 mL/day (an increase of approximately 226.8 mL/day or 58.8 percent, with a p-value of less than 0.05). All infant nutritional status indicators in the intervention group also demonstrated significant Z-score improvements (p-value less than 0.05). In contrast, the control group showed only a non-significant increase of 28.2 mL/day in milk production and no meaningful changes in nutritional status (p-value greater than 0.05). The administration of katuk leaf juice effectively enhances breast milk production and infant nutritional status. Therefore, it holds great potential as a practical, safe, and locally available natural intervention to support exclusive breastfeeding programs in Indonesia.
Keywords : Katuk Leaf Juice; Sauropus androgynus; Breast Milk Production; Infant Nutritional Status; Galactagogue; Exclusive Breastfeeding; Breastfeeding Mothers; Herbal Intervention


