Pengaruh Pemberian Susu Kedelai terhadap Peningkatan Produksi Asi pada Ibu Menyusui Bayi Usia 0–6 Bulan di Posyandu Kenanga 1 Tempurejo Jember
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.976Keywords:
Susu Kedelai, Produksi ASI, Ibu Menyusui, Laktasi, ASI EksklusifAbstract
Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi dan berperan penting dalam mendukung pertumbuhan serta perkembangan optimal. Namun, produksi ASI yang tidak lancar masih menjadi kendala dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan produksi ASI adalah konsumsi susu kedelai yang mengandung protein, isoflavon, dan fitoestrogen yang berpotensi merangsang sekresi hormon prolaktin dan oksitosin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui di Posyandu Kenanga 1 Tempurejo Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu menyusui yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian susu kedelai sebanyak 250 ml per hari selama 7 hari. Produksi ASI diukur menggunakan skor berdasarkan indikator kecukupan ASI yang meliputi frekuensi menyusu, frekuensi buang air kecil bayi, kenaikan berat badan, dan kondisi bayi setelah menyusu. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden (70%) mengalami produksi ASI yang tidak lancar. Setelah pemberian susu kedelai, sebagian besar responden (80%) menunjukkan peningkatan produksi ASI dengan kategori lancar. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p < 0,001, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah pemberian susu kedelai. Kesimpulan: Pemberian susu kedelai berpengaruh signifikan terhadap peningkatan skor produksi ASI pada ibu menyusui dan berpotensi menjadi alternatif intervensi nutrisi yang sederhana, mudah diperoleh, serta terjangkau dalam mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.


