Pengaruh Pemberian Non Rebreathing Mask Terhadap Saturasi Oksigen dan GCS Pasien Cedera Kepala Sedang
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.977Keywords:
Non Rebreating Mask, Saturasi Oksigen, Glasgow Coma Scale, Cedera Kepala, IGDAbstract
Cedera kepala sedang merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memicu hipoksia dan penurunan kesadaran. Kondisi ini memerlukan penanganan segera melalui pemberian oksigen menggunakan Non Rebreathing Mask (NRM) untuk mencegah perburukan neurologis. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian NRM terhadap saturasi oksigen dan Glasgow Coma Scale (GCS) pada pasien cedera kepala sedang di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Wates. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 20 responden dipilih melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi, pulse oximeter, dan penilaian GCS, lalu dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah laki-laki (70%) dan berusia 46 sampai 65 tahun (40%). Rata-rata saturasi oksigen meningkat dari 93,85% menjadi 98,00%, sedangkan rata-rata GCS meningkat dari 11,20 menjadi 12,50 setelah pemberian NRM. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan dengan nilai p sama dengan 0,000 (p kurang dari 0,05). Simpulannya, pemberian NRM berpengaruh signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen dan Glasgow Coma Scale pada pasien cedera kepala sedang.


