Hubungan Tingkat Stress Dengan Kualitas Belajar Mahasiswa Baru Keperawatan Anestesiologi Saat Menghadapi Evaluasi Praktikum
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.912Keywords:
stres, Kualitas Belajar, Mahasiswa, Evaluasi PraktikumAbstract
Stres umum merupakan kondisi psikologis yang dialami siswa baru, terutama pada program studi perawatan anestesiologi yang memiliki tuntutan akademik dan praktikum tinggi. Praktikum evaluasi memerlukan kesiapan kognitif, keterampilan, serta mental sehingga berpotensi memicu stres yang dapat mempengaruhi kualitas belajar. Namun, dalam batas tertentu stres dapat bersifat positif ( eustress ) dan membantu meningkatkan kinerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kualitas belajar siswa baru pemeliharaan anestesiologi saat menjalani praktikum evaluasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan rancangan korelasional menggunakan uji Spearman . Sampel berjumlah 71 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling . Tingkat stres diukur menggunakan Academic Stress Scale (ASS), sedangkan kualitas belajar menggunakan kuesioner modifikasi Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ). Sebagian besar responden memiliki tingkat stres rendah (36,6%) dan sangat rendah (33,8%). Kualitas belajar berada pada kategori cukup tinggi (45,1%) dan tinggi (36,6%). Hasil uji Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kualitas belajar (r sama dengan 0,078; p sama dengan 0,519). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kualitas belajar. Stres yang dialami cenderung rendah dan bersifat eustress , serta didukung motivasi dan dukungan sosial yang baik sehingga kualitas belajar tetap terjaga.


