Pengaruh Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Terhadap Tingkat Keterampilan Siswa Di SMK Muhammadiyah Kretek
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.889Keywords:
Bantuan Hidup Dasar, Pelatihan, Keterampilan, SiswaAbstract
Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan penanganan pertama terhadap korban henti jantung dan henti nafas dengan berbagai keterampilan, yaitu mampu mengidentifikasi korban henti jantung, memanggil pertolongan darurat, meresusitasi jantung paru, bahkan menggunakan AED (Automated External Defibrillator). Pelatihan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dapat diberikan sejak SMA karena dapat membentuk kepercayaan diri dan kesiapan siswa dalam memberikan pertolongan Penelitian ini memiliki tujuan guna memahami pengaruh pelatihan bantuan hidup dasar terhadap tingkat keterampilan siswa di SMK Muhammadiyah Kretek. Penelitian ini memakai metode kuantitatif menggunakan jenis penelitian pre eksperimental design dengan one group pretest postest. Partisipan pada riset ini ialah murid kelas XI SMK Muhammadiyah Kretek sebanyak 43 partisipan dipilih melalui metode total sampling. Pengambilan data dilaksanakan memakai lembar observasi. Hasil riset memperlihatkan bahwa sebelum diberikan pelatihan, mayoritas responden dalam kategori tak terampil berjumlah 39 responden (90,7%) dan kurang terampil berjumlah 4 responden (9,3%). Setelah diberikan pelatihan BHD, seluruh responden 43 siswa (100%) berada pada kategori sangat terampil. Hasil uji statistik Wilcoxon memperlihatkan skor p value = 0,000 (p < 0,05). Ada pengaruh pelatihan Bantuan Hidup Dasar terhadap tingkat keterampilan siswa di SMK Muhammadiyah Kretek. Pelatihan BHD terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan.


