Hubungan Intensitas Merokok dengan Kejadian Post Operative Sore Throat (POST) Pasca Anestesi Umum di RS PKU Muhammadiyah Bantul
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.986Keywords:
Intensitas Merokok, POST, Anestesi Umum, Nyeri TenggorokanAbstract
Abstrak
Post Operative Sore Throat (POST) merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi setelah anestesi umum dengan intubasi endotrakeal. Intensitas merokok diduga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kejadian POST karena paparan asap rokok secara kronis dapat menyebabkan inflamasi dan kerusakan mukosa saluran napas sehingga lebih rentan terhadap trauma selama proses intubasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas merokok dengan kejadian Post Operative Sore Throat (POST) pasca anestesi umum di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan desain analitik observasional. Sampel penelitian sebanyak 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner intensitas merokok dan lembar observasi kejadian POST. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank (Spearman’s rho). Hasil penelitian didapatkan hubungan signifikan antara intensitas merokok dan kejadian POST dengan p-value 0,000 dan koefisien korelasi 0,974, menunjukkan korelasi positif sangat kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan sangat kuat antara intensitas merokok dengan kejadian Post Operative Sore Throat (POST) pasca anestesi umum. Saran: Perlu dilakukan edukasi praoperatif kepada pasien, khususnya terkait penghentian merokok sebelum tindakan operasi.
Kata Kunci : Intensitas Merokok, POST, Anestesi Umum, Nyeri Tenggorokan
Abstract
Post-Operative Sore Throat (POST) is one of the most common complications following general anesthesia with endotracheal intubation. Smoking intensity is hypothesized to be an influential factor in the incidence of POST, as chronic exposure to cigarette smoke can cause inflammation and damage to the airway mucosa, making it more vulnerable to trauma during the intubation process. Objective: The study aimed to determine the correlation between smoking intensity and the incidence of Post-Operative Sore Throat (POST) following general anesthesia at PKU Muhammadiyah Bantul Hospital. This study employed a quantitative method with a cross-sectional approach and an observational analytic design. The study sample consisted of 50 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected using a smoking intensity questionnaire and a POST incidence observation sheet. Data analysis was performed using the Spearman Rank (Spearman’s rho) correlation test. Results A significant correlation was found between smoking intensity and the incidence of POST, with a p-value = 0.000 and a correlation coefficient of 0.974, indicating a very strong positive correlation. Conclusion: There is a significant and very strong correlation between smoking intensity and the incidence of Post-Operative Sore Throat (POST) following general anesthesia. Suggestions: Preoperative education should be provided to patients, particularly regarding smoking cessation prior to surgical procedures.
Keyword : General Anesthesia, Smoking Intensity, Sore Throat, POST


