Perbandingan Penurunan Tingkat Nyeri Setelah Kompres Hangat Pada Pasien Pasca Operasi Hernia Dan Appendisitis di RS PKU Muhammadiyah Bantul
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.871Keywords:
Appendisitis, Hernia, Kompres Hangat, Pasien pasca operasi, Intensitas NyeriAbstract
Latar Belakang: Nyeri pasca operasi merupakan kondisi yang sering terjadi dan dapat menghambat proses pemulihan pasien, terutama pada tindakan pasca operasi hernia dan radang usus buntu. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah terapi kompres hangat. Tujuan: Menganalisis perbedaan penurunan tingkat nyeri setelah pemberian kompres hangat pada pasien pasca operasi hernia dan radang usus buntu di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest, tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Jumlah sampel sebanyak 40 responden yang terdiri dari 20 pasien hernia dan 20 pasien radang usus buntu, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon untuk menilai perubahan sebelum dan sesudah intervensi, serta uji Mann–Whitney untuk membandingkan kedua kelompok. Hasil: Rata-rata skor nyeri pada kelompok hernia menurun dari 5,75 menjadi 4,00 (selisih 1,75). Pada kelompok radang usus buntu, skor nyeri menurun dari 6,70 menjadi 3,35 (selisih 3,35). Kelompok kedua mengalami penurunan nyeri yang signifikan (p-value kurang dari 0,05). Hasil uji statistik antar kelompok menunjukkan adanya perbedaan penurunan tingkat nyeri yag bermakna (p-value kurang dari 0,001), penurunan nyeri secara signifikan lebih besar pada kelompok radang usus buntu. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penurunan nyeri antara pasien pasca operasi hernia dan radang usus buntu. Penurunan paling besar terjadi pada pasien pasca operasi usus buntu.


