Pengaruh Chewing Gum Terhadap Peningkatan Bising Usus Pada Pasien Post Operasi Appendiktomi Dengan Spinal Anestesi di RS PKU Muhammadiyah Bantul
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.906Keywords:
appendectomy, bowel sounds, chewing gum, Spinal AnestesiAbstract
Latar Belakang: Pembedahan apendiktomi dengan anestesi spinal dapat menurunkan motilitas gastrointestinal yang ditandai dengan berkurangnya bising usus pada periode pasca operasi. Salah satu manifestasinya, postoperative ileus, dilaporkan terjadi pada sekitar 28% pasien pembedahan abdomen. Kondisi ini berpotensi memperlambat pemulihan pasien, meningkatkan ketidaknyamanan, serta memperpanjang lama rawat inap. Chewing gum sebagai intervensi nonfarmakologis diduga mampu mempercepat pemulihan fungsi usus melalui mekanisme sham feeding yang menstimulasi saraf vagus dan sekresi hormon gastrointestinal. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian chewing gum terhadap peningkatan bising usus pada pasien post operasi apendiktomi dengan anestesi spinal di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan rancangan one group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Pengukuran bising usus dilakukan menggunakan stetoskop selama 1 menit sebelum dan sesudah pemberian chewing gum selama 15 menit setelah pasien sadar penuh. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum intervensi, sebanyak 23 responden (76,7%) berada pada kategori hipoaktif dan 7 responden (23,3%) tidak memiliki bising usus. Setelah pemberian chewing gum, sebanyak 26 responden (86,7%) berada pada kategori hipoaktif dan 4 responden (13,3%) mencapai kategori normal. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p sama dengan 0,001 (p kurang dari 0,05). Kesimpulan: Pemberian chewing gum berpengaruh signifikan terhadap peningkatan bising usus pada pasien post operasi apendiktomi dengan anestesi spinal (p sama dengan 0,001), sehingga dapat menjadi intervensi nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan ekonomis untuk mendukung pemulihan motilitas gastrointestinal.


