Pengaruh Variasi Sudut Elevasi Kaki terhadap Heart Rate pada Pasien Pasca Sectio Caesarea dengan Spinal Anestesi di RSUD Sleman
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.881Keywords:
Elevasi Kaki, Heart Rate, Spinal Anestesi, Post Sectio CaesareaAbstract
Latar Belakang: Spinal anestesi pada pasien sectio caesarea dapat menyebabkan perubahan hemodinamik seperti penurunan tonus simpatis yang berdampak pada ketidakstabilan heart rate. Elevasi kaki merupakan salah satu intervensi non farmakologis yang dilakukan dengan cara memposisikan kaki lebih tinggi dari posisi jantung sehingga membantu meningkatkan aliran balik vena dan menjaga stabilitas heart rate. Tujuan: Mengetahui pengaruh variasi sudut elevasi kaki terhadap heart rate pada pasien pasca sectio caesarea dengan spinal anestesi di RSUD Sleman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental nonequivalent control group design. Sampel berjumlah 34 pasien pasca sectio caesarea dengan spinal anestesi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan pretest dan posttest serta uji Mann–Whitney untuk melihat perbedaan antar kelompok. Hasil: Terdapat pengaruh elevasi kaki terhadap heart rate pasien pasca sectio caesarea dengan spinal anestesi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,000 dan uji Mann–Whitney menunjukkan nilai p-value 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi serta antara kedua variasi sudut elevasi kaki. Simpulan: Variasi sudut elevasi kaki berpengaruh terhadap perubahan heart rate pada pasien pasca sectio caesarea dengan spinal anestesi. Saran: Penelitian selanjutnya disarankan menambah jumlah sampel dan mengkaji variabel hemodinamik lain seperti tekanan darah dan saturasi oksigen untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terkait pengaruh elevasi kaki pada pasien pasca spinal anestesi.
Kata Kunci : Elevasi Kaki, Heart rate, Spinal Anestesi, Sectio caesarea


