Pengaruh Kompres Hangat Di Tusukan Jarum Spinal Terhadap Tingkat Nyeri Pasien Pasca Anestesi Spinal Di RS PKU Muhammadiyah Gamping
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.879Keywords:
Kompres Hangat, Nyeri Pasca Anestesi Spinal, Anestesi Spinal, Numeric Rating ScaleAbstract
Latar Belakang: Anestesi spinal umum digunakan dalam pembedahan, namun penyuntikan jarum sering menyebabkan nyeri lokal yang mengganggu kenyamanan pasien. Kompres hangat merupakan intervensi non-farmakologis yang berpotensi meredakan nyeri melalui mekanisme vasodilatasi dan relaksasi otot. Tujuan: Menganalisis pengaruh aplikasi kompres hangat pada lokasi penyuntikan jarum spinal terhadap tingkat nyeri pasien pasca anestesi spinal di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode: Penelitian quasi-eksperimental two group pretest-posttest. Sampel 60 responden (30 kelompok intervensi, 30 kelompok kontrol) dipilih secara purposive sampling. Nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS). Kelompok intervensi mendapat kompres hangat suhu 37–40°C selama 15–20 menit. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan uji Mann-Whitney. Hasil: Terdapat penurunan skor nyeri yang signifikan pada kelompok intervensi dari rata-rata 6,70 menjadi 3,35 (p=0,001). Kelompok kontrol tidak menunjukkan penurunan bermakna (p=0,134). Uji Mann-Whitney mengonfirmasi perbedaan penurunan nyeri yang signifikan antar kelompok (p=0,001). Kesimpulan: Kompres hangat pada lokasi tusukan jarum spinal secara signifikan efektif menurunkan intensitas nyeri pasien pasca anestesi spinal. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari SOP manajemen nyeri non-farmakologis rumah sakit.


