Video Edukasi Bantuan Hidup Dasar sebagai Upaya Meningkatkan Self-Efficacy Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Pada Penanganan Henti Jantung Pre Hospital
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.900Keywords:
Video Edukasi, Bantuan Hidup Dasar, Self-Efficacy, Henti Jantung, Pre-HospitalAbstract
Henti jantung merupakan kegawatdaruratan medis fatal di area pre-hospital yang membutuhkan penanganan cepat melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD). Sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa Keperawatan Anestesiologi wajib memiliki kompetensi BHD, namun rendahnya self-efficacy akibat keterbatasan metode pembelajaran konvensional masih menjadi hambatan psikologis utama mereka dalam bertindak di situasi nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian video edukasi BHD terhadap peningkatan self-efficacy mahasiswa Keperawatan Anestesiologi dalam penanganan henti jantung pre-hospital. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain one group pretest and posttest. Populasi penelitian adalah mahasiswa D4 Keperawatan Anestesiologi semester lima dengan sampel sebanyak 63 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Basic Resuscitation Skills Self Efficacy Scale (BRS-SES) dan analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan intervensi, mayoritas responden memiliki self-efficacy sedang sebesar 85,7 persen. Setelah diberikan intervensi video edukasi, mayoritas responden mengalami peningkatan ke kategori self-efficacy tinggi sebesar 87,3 persen. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara self-efficacy sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (kurang dari 0,05). Kesimpulannya, terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian video edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap peningkatan self-efficacy mahasiswa Keperawatan Anestesiologi.


