Hubungan Penggunaan Gadget Anak (Aspek Pola Asuh Digital) dengan Risiko Keterlambatan Bicara (Speech Delay) pada Anak Prasekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Empagae
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.993Keywords:
Gadget, Pola Asuh, Speech Delay, Anak Prasekolah, Perkembangan AnakAbstract
Latar Belakang: Penggunaan gadget pada anak prasekolah semakin meningkat dan berpotensi memengaruhi perkembangan bahasa apabila tidak diimbangi dengan pola asuh digital yang tepat. Paparan gadget yang berlebihan dapat mengurangi interaksi verbal antara anak dan orang tua sehingga meningkatkan risiko keterlambatan bicara (speech delay). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget anak (aspek pola asuh digital) dengan risiko keterlambatan bicara (speech delay) pada anak prasekolah di wilayah kerja UPT Puskesmas Empagae. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 39 anak prasekolah yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data penggunaan gadget diperoleh melalui kuesioner, sedangkan risiko speech delay dinilai menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test dengan tingkat signifikansi 95% (α=0,05). Hasil: Penggunaan gadget berada pada kategori rendah sebanyak 30,8%, sedang 35,9%, dan tinggi 33,3%. Sebanyak 23,1% anak berisiko mengalami speech delay . Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan gadget dengan risiko speech delay (Chi-Square p=0,004; Fisher's Exact Test p=0,003). Kesimpulan: Penggunaan gadget yang lebih tinggi berhubungan dengan meningkatnya risiko keterlambatan bicara pada anak prasekolah. Penerapan pola asuh digital yang baik melalui pembatasan screen time, pendampingan orang tua, dan pemberian stimulasi verbal diperlukan untuk mendukung perkembangan bahasa anak.


