Pengaruh Pemberian ASI Eksklusif Terhadap Pencegahan Stunting Pada Balita: Literature Review
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.994Keywords:
ASI Eksklusif, Balita, Pencegahan, StuntingAbstract
Stunting masih menjadi salah satu permasalahan gizi kronis yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan merupakan salah satu intervensi gizi yang direkomendasikan untuk mendukung pertumbuhan optimal anak. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara ASI eksklusif dan pencegahan stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Tujuan: Tinjauan pustaka ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap pencegahan stunting pada balita berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode: Penelitian menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pendekatan deskriptif. Pencarian artikel dilakukan pada data dasar PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, Wiley Online Library, BMJ Open, PLOS ONE, dan jurnal internasional bereputasi lainnya. Sebanyak 30 artikel penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2016–2025 dipilih berdasarkan kriteria inklusi, kemudian dianalisis secara naratif melalui sintesis tematik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif berkontribusi terhadap pertumbuhan optimal anak melalui pemenuhan kebutuhan gizi, peningkatan status mikronutrien, pembentukan sistem imun, serta penurunan risiko gangguan pertumbuhan. Namun efektivitas ASI eksklusif dalam mencegah stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti status gizi dan pendidikan ibu, berat badan lahir, kondisi sosial ekonomi, sanitasi, praktik pengasuhan, serta akses terhadap pelayanan kesehatan. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa intervensi berbasis komunitas dan pendekatan multisektor mampu memperkuat keberhasilan upaya pencegahan stunting. Kesimpulan: ASI eksklusif merupakan salah satu intervensi penting dalam pencegahan stunting, namun tidak dapat berdiri sendiri. Upaya penurunan stunting memerlukan pendekatan yang komprehensif melalui peningkatan status gizi ibu dan anak, edukasi kesehatan, perbaikan sanitasi, penguatan pelayanan kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor.


