Asuhan Kebidanan pada Ibu Post Partum dengan Penerapan Pijat Oksitosin untuk Melancarkan Pengeluaran ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.1000Keywords:
ASI, Post Partum, Pijat Oksitosin, MenyusuiAbstract
Latar Belakang: Pada tahun 2024, angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia untuk bayi usia kurang dari 6 bulan adalah sekitar 74,73% secara nasional. Capaian ASI eksklusif di Pekauman, Kota Banjarmasin masih rendah. Berdasarkan penelitian di Puskesmas Pekauman, cakupan ASI eksklusif belum mencapai target 100%. Bahkan, persentase pemberian ASI eksklusif terendah di Kota Banjarmasin pada tahun 2021 tercatat di Puskesmas Pekauman, yaitu sebesar 4,79%. Salah satu masalah yang sering muncul pada awal masai ibu nifas ialah pengeluaran ASI yang tidak lancar pada masa nifas dapat menghambat pemberian ASI eksklusif. Salah satu metode nonfarmakologis yang efektif untuk melancarkan pengeluaran ASI adalah pijat oksitosin, yang merangsang pelepasan hormon oksitosin guna mendukung refleks pengeluaran ASI. Tujuan: Memberikan asuhan kebidanan pada ibu post partum dengan penerapan pijat oksitosin untuk memperlancar pengeluaran ASI. Metode: Studi kasus ini dilakukan pada ibu nifas hari ke-1 sampai ke-7 pasca persalinan di wilayah kerja Puskesmas Pekauman. Intervensi berupa pijat oksitosin dilakukan dua kali sehari selama 7 hari berturut-turut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Simpulan: : Pijat oksitosin terbukti efektif dalam memperlancar pengeluaran ASI dan dapat dijadikan sebagai intervensi alami yang mudah dilakukan untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.


