Studi Komparasi Perubahan Berat Badan pada Akseptor KB Suntik 1 Bulan dan 2 Bulan di PMB W

Authors

  • Khalifatun Nisa Universitas Sari Mulia
  • Novita Dewi Iswandari Universitas Sari Mulia
  • Laurensia Yunita Universitas Sari Mulia
  • Elvine Ivana Kabuhung Universitas Sari Mulia

DOI:

https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1008

Keywords:

Akseptor KB, Kontrasepsi Suntik, Perubahan Berat Badan, Kontrasepsi Hormonal

Abstract

Kontrasepsi suntik merupakan kontrasepsi berbahan hormonal yang paling sering dipakai karena sangat efektif, mudah digunakan, dan bisa didapat dengan gampang. Namun, penggunaan pil kontrasepsi suntik sering kali terkait dengan efek samping seperti perubahan berat badan, yang bisa memengaruhi kepuasan pengguna dan kelanjutan penggunaan metode kontrasepsi tersebut. Perbedaan jumlah hormon dalam suntikan kontrasepsi yang diberikan setiap bulan dan setiap dua bulan kemungkinan menyebabkan respons yang berbeda terhadap perubahan berat badan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan perubahan berat badan pada pengguna KB suntik dengan interval 1 bulan dan 2 bulan di PMB W tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain perbandingan dan pendekatan potong lintang. Penelitian ini melibatkan 30 orang pengguna alat kontrasepsi yang dipilih dengan metode sampling purposive. Data dikumpulkan dengan mengamati perubahan berat badan dan dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang yang tergabung dalam kedua kelompok mengalami peningkatan berat badan. Kelompok orang yang menyuntikkan obat penghentian kehamilan setiap dua bulan biasanya mengalami kenaikan berat badan lebih tinggi dibandingkan kelompok yang hanya menyuntikkan obat tersebut setiap satu bulan. Namun, hasil uji Mann–Whitney menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan secara bermakna antara kedua kelompok (p=0,143). Dengan demikian, penggunaan kontrasepsi suntik 1 bulan atau 2 bulan tidak memberikan perbedaan yang berarti terhadap perubahan berat badan, meskipun secara umum tampak bahwa penggunaan kontrasepsi suntik yang diberikan setiap 2 bulan menyebabkan kenaikan berat badan yang lebih signifikan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan oleh para tenaga kesehatan dalam memberikan informasi tentang efek samping penggunaan kontrasepsi hormonal kepada para calon pengguna alat kontrasepsi.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-09-29

How to Cite

Nisa, K., Iswandari, N. D., Yunita, L., & Kabuhung, E. I. (2026). Studi Komparasi Perubahan Berat Badan pada Akseptor KB Suntik 1 Bulan dan 2 Bulan di PMB W. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 10(1), 315–320. https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1008

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>