Analisis Kualitas Laporan Mortalitas Berdasarkan Keakuratan Kode Penyebab Kematian, Kelengkapan Data, Ketepatan Waktu, Dan Validitas Di RSUD X Kota Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.1011Keywords:
Mortalitas, ICD-10, Keakuratan, Kelengkapan, Ketepatan Waktu, ValiditasAbstract
Latar Belakang: Laporan mortalitas merupakan sumber informasi penting dalam sistem informasi kesehatan rumah sakit yang digunakan untuk evaluasi mutu pelayanan, perencanaan program kesehatan, serta pengambilan keputusan. Kualitas laporan mortalitas ditentukan oleh keakuratan kode penyebab kematian, kelengkapan data, ketepatan waktu pelaporan, dan validitas informasi yang dihasilkan. Tujuan: Menganalisis kualitas laporan mortalitas berdasarkan aspek keakuratan, kelengkapan, ketepatan waktu, dan validitas di RSUD X Kota Bengkulu. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Sampel penelitian sebanyak 97 berkas rekam medis pasien meninggal periode Januari–Desember 2024 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi berdasarkan pedoman ICD-10, WHO, dan Standar Operasional Prosedur rumah sakit. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Dari 97 berkas rekam medis yang diteliti, sebanyak 51 berkas (53%) memiliki kode penyebab kematian yang akurat dan 46 berkas (47%) tidak akurat. Kelengkapan data menunjukkan identitas pasien, resume medis, hasil pemeriksaan penunjang, dan catatan perkembangan pasien telah lengkap 100%, sedangkan diagnosis utama dan komorbiditas masing-masing masih ditemukan ketidaklengkapan sebesar 3%, serta sertifikat kematian hanya lengkap sebesar 70%. Ketepatan waktu menunjukkan rekapitulasi laporan mortalitas telah dilakukan tepat waktu sebesar 100%, namun pengembalian berkas rekam medis tepat waktu hanya mencapai 63%. Seluruh aspek validitas laporan mortalitas telah memenuhi standar dengan tingkat validitas 100%. Kesimpulan: Kualitas laporan mortalitas di RSUD X Kota Bengkulu belum optimal terutama pada aspek keakuratan kode penyebab kematian, kelengkapan sertifikat kematian, dan ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis. Diperlukan peningkatan kompetensi coder, penguatan dokumentasi klinis oleh dokter, serta monitoring kepatuhan terhadap standar operasional prosedur.


