Hubungan Keberagaman Makanan dengan Kejadian Wasting pada balita (0-59 bulan) di Kota Payakumbuh
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.907Keywords:
Program Spesifik, Keberagaman Makanan, Indikator Status Gizi, WastingAbstract
Latar Belakang:Wasting adalah suatu keadaan kekurangan gizi akut yang banyak terdapat di daerah dengan sosial-ekonomi rendah yang dapat disebabkan oleh asupan nutrisi yang inadekuat dan adanya penyakit Wasting merupakan bagian dari kekurangan gizi, salah satu klasifikasi dari indikator status gizi BB/TB. Anak yang dikatakan kurus adalah mereka yang memiliki berat badan rendah yang tidak sesuai terhadap tinggi badan yang dimilikinya Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi, analisis, interprestasi dan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian wasting pada balita (0-59 bulan) di Kota Payakumbuh.. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keberagaman makanan dengan kejadian wasting di kota Payakumbuh.Metode: yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan case control, menggunakan teknik purposive sampling.Data diolah kemudian dianalisis sampai tahap Bivariate dengan uji statistik Chi Square.Hasil:Sebanyak 41 Responden kasus, sebanyak 26 orang (63,4%) yang tidak makan beragan dan sebanyak 15 orang (36,3%) makan makanan yang beragam sedangkan pada kontrol sebanyak 15 (36,3%) orang yang tidak makan makanan beragam dan 26 orang (63,6%) yang makan makanan beragam. Hasil Bivariat Kota Payakumbuh adalah variabel bebasnya adalah keberagaman makanan dan variabel dependentnya kejasdian wasting dengan P-Value 0,027. Karena nilai P<0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifiikan antara keberagaman makanan dengan kejadian wasting.Dengan nilai OR(Ods Rastio) 3.004,dimana artinya orang tidak memberikan makanan yang beragam kepada anak beresiko 3 kali untuk terjadi wasting. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan perlunya peningkatan program promotif dan preventif tentang bagaimana pemberian makan pada balita dalam menangani kejadian wasting terutama hal pola pemberian makanan.


