Hubungan Kemampuan Adaptasi Diri dengan Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat I Program Studi D-III Keperawatan Universitas Eka Harap Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1033Keywords:
Adaptasi Diri, Kecemasan, Mahasiswa KeperawatanAbstract
Masa transisi dari sekolah menengah ke perguruan tinggi merupakan periode kritis yang penuh perubahan dan tuntutan baru, sehingga berpotensi menimbulkan kecemasan pada mahasiswa tingkat pertama yang memiliki kemampuan adaptasi diri rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan adaptasi diri dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat I Program Studi D-III Keperawatan Universitas Eka Harap Palangka Raya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 46 mahasiswa tingkat I yang diambil melalui teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner SACQ (Student Adaptation to College Questionnaire) untuk mengukur adaptasi diri dan sub skala kecemasan DASS-21 untuk mengukur kecemasan. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan sebagian besar mahasiswa memiliki kemampuan adaptasi diri dalam kategori sedang (45,7%) dan tingkat kecemasan dalam kategori sedang (65%). Uji Spearman Rank menghasilkan nilai koefisien korelasi (ρ) = -0,445 dengan nilai p = 0,002. Terdapat hubungan negatif yang signifikan dengan kekuatan sedang antara kemampuan adaptasi diri dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa. Semakin tinggi kemampuan adaptasi diri maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami mahasiswa.


