Hubungan Pola Konsumsi Kafein dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1034Keywords:
Konsumsi Kafein, Tingkat Stres, Mahasiswa, SQ-FFQ, PSS-10Abstract
Kafein banyak dikonsumsi oleh mahasiswa sebagai salah satu cara untuk mempertahankan fokus serta menekan rasa mengantuk selama melakukan kegiatan akademik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan konsumsi kafein dengan tingkat stres pada mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 110 mahasiswa yang ditentukan melalui purposive sampling. Informasi mengenai asupan kafein diperoleh melalui Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan pengukuran stres menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10). Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan Fisher’s Exact Test. Berdasarkan hasil penelitian, 71 responden (64,55%) mengonsumsi kafein kurang dari 400 mg/hari atau masih dalam batas aman, sementara 39 responden (35,45%) memiliki konsumsi sebesar lebih dari sama dengan 400 mg/hari. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi kafein dan tingkat stres pada mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (p kurang dari 0,001). Proporsi mahasiswa dengan stres tinggi lebih besar pada kelompok yang mengonsumsi kafein melebihi batas aman.


