Hubungan Pengetahuan, Deteksi Dini Stunting dan Dukungan Keluarga dengan Perkembangan Motorik Kasar pada Balita Usia 12-24 Bulan
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v10i1.1071Keywords:
Deteksi Dini Stunting, Dukungan Keluarga, Pengetahuan Ibu, Perkembangan Motorik KasarAbstract
Prevalensi stunting di Indonesia lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Myanmar (35%), Vietnam (23%), dan Thailand (16%) dan menduduki peringkat kelima dunia. Menurut Survey Status Gizi Indonesia, prevalensi stunting di Indonesia tahun 2021 mencapai angka 24,4%. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, terdapat 30,8% balita yang mengalami stunting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, deteksi dini stunting dan dukungan keluarga dengan perkembangan motorik kasar pada balita usia 12-24 bulan di Desa Cikahuripan Tahun 2026. Metode penelitian ini menggunakan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Survei analitik dengan pendekatan cross sectional adalah metode penelitian observasional yang mengkaji korelasi antara variabel independen (faktor risiko) dan variabel dependen (efek/penyakit). Berdasarkan hasil statistic terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan, deteksi dini stunting dan dukungan keluarga dengan perkembangan motorik kasar pada balita usia 12-24 bulan di Desa Cikahuripan Tahun 2026. Hasil uji statistik Pengetahuan dengan nilai P-value 0,001. Deteksi dini stunting dengan nilai P-value 0,001, Dukungan keluarga dengan nilai P-value 0,003. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, deteksi dini stunting dan dukungan keluarga dengan perkembangan motorik kasar pada balita usia 12-24 bulan di Desa Cikahuripan.


