Hubungan Konsumsi Junk Food Dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Siklus Menstruasi Remaja Putri Di SMP Negeri 14 Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v8i2.552Keywords:
Junk Food, IMT, Siklus Menstruasi, PutriAbstract
Latar Belakang: Masa remaja merupakan fase penting dalam perkembangan fisik dan psikologis, terutama bagi remaja putri pasca menarche. Pola konsumsi tidak sehat seperti junk food berlebih serta status gizi yang tidak seimbang berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), dapat memengaruhi keteraturan siklus menstruasi. Gangguan siklus menstruasi dapat menjadi indikator awal masalah kesehatan reproduksi jangka panjang. Tujuan: Mengetahui hubungan konsumsi junk food dan IMT dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMP Negeri 14 Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional jenis cross-sectional. Sampel sebanyak 67 responden dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Food Frequency Questionnaire (FFQ), pengukuran tinggi dan berat badan untuk IMT, serta Menstrual Cycle Questionnaire (MCQ) untuk siklus menstruasi. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil: Sebagian besar responden memiliki frekuensi konsumsi junk food tinggi (91,04%) dan mengalami siklus menstruasi tidak teratur (79,1%). Berdasarkan IMT, sebanyak 16,4% termasuk kurus, 55,2% normal, 13,4% overweight, dan 14,9% obesitas. Terdapat hubungan signifikan antara konsumsi junk food dengan siklus menstruasi (p = 0,017). Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dengan siklus menstruasi (p = 0,529). Kesimpulan: Konsumsi junk food berhubungan dengan siklus menstruasi remaja, sedangkan IMT tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap siklus menstruasi.


