Hubungan Gaya Hidup Sehat Dengan Tekanan Darah Pada Lansia Di Puskesmas Bukti Hindu Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.673Keywords:
Gaya Hidup Sehat, Tekanan DarahAbstract
Latar Belakang : Secara teori perkembangan manusia dimulai dari masa bayi, anak, remaja, dewasa, tua dan akhirnya akan masuk pada fase usia lanjut dengan umur 60 tahun. Fenomena yang sering ditemukan pada gaya hidup seseorang merupakan fenomena multidimensi mencakup semua aspek kehidupan sehari-hari, termasuk tidur, makan, kesehatan, permainan hiburan, waktu yang dihabiskan, hubungan sosial, cara berpikir, perilaku, dan emosi. Gaya hidup sehat merupakan faktor terpenting yang sangat mempengaruhi kehidupan khususnya lansia. Kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi garam dan lemak jenuh, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta stres psikologis, semuanya saling berinteraksi dalam meningkatkan risiko hipertensi maka dari itu gaya hidup kurang sehat juga merupakan salah satu penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah pada lansia. Tujuan : Untuk mengetahui seberapa efektif Gaya Hidup Sehat pada Lansia di UPTD Bukit Hindu Palangka Raya. Metode : Penelitian ini korelasional menggunakan Desain Cross sectional. Teknik sampling digunakan Accidental Sampling. Jumlah sampel 80 yang menggunakan Uji Spearman Rank. Hasil : Dari 80 Responden, terdapat 36 (45%) Gaya Hidup Cukup, kategori Tekanan Darah 47 (59%) Normal Berdasrakan hasil uji spreaman rank yaitu didapat P value = 0,000 dan 0,000 P <0,05. Maka H1 diterima sehingga ada hubungan Gaya Hidup Sehat Dengan Tekanan Darah. Kesimpulan : Terdapat Hubungan Gaya Hidup Sehat Dengan Tekanan Darah Pada Lansia Di Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya. Sehingga diharapkan kepada lansia mendorong gaya hidup menjadi lebih baik seperti ikut intervensi berbasis komunitas, edukasi kesehatan, serta pemantauan rutin


