Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Calon Pengantin Tentang Kesehatan Reproduksi Di Puskesmas Limboto

Authors

  • Sri Wahyuni Putri S. Amu Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • Fatmah Zakaria Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • St. Surya Indah Nurdin Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • Fidyawati Aprianti A. Hiola Universitas Muhammadiyah Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.616

Keywords:

Pernikahan Dini, Remaja Putri, Faktor Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan Reproduksi

Abstract

Pernikahan sebelum mencapai usia 19 tahun dikenal sebagai pernikahan dini, yang sering memiliki efek buruk dalam aspek fisik, mental, serta sosial, terutama bagi wanita muda. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor yang menyebabkan pernikahan dini di area layanan Puskesmas Botumoito. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari remaja perempuan yang pernah mengalami pernikahan dini, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstruktur. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan dini meliputi rendahnya pendidikan, situasi ekonomi keluarga, pengaruh dari media sosial, adat istiadat, dan minimnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi. Temuan ini menekankan perlunya pendidikan yang menyeluruh serta keterlibatan aktif tenaga kesehatan, khususnya bidan, dalam menyampaikan informasi tentang risiko dan konsekuensi dari pernikahan dini. Diperlukan kerja sama antara keluarga, komunitas, dan instansi pemerintah untuk menghentikan praktik pernikahan di bawah usia.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2025-11-29

How to Cite

Sri Wahyuni Putri S. Amu, Fatmah Zakaria, St. Surya Indah Nurdin, & Fidyawati Aprianti A. Hiola. (2025). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Calon Pengantin Tentang Kesehatan Reproduksi Di Puskesmas Limboto. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 9(1), 265–271. https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.616