Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Fungsi Kognitif Pada Lansia Dengan Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja BLUD UPT Puskesmas Pahandut Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.629Keywords:
Kadar Gula Darah, Fungsi Kognitif, LansiaAbstract
Latar Belakang : Kadar gula darah yang tidak stabil dapat mempengaruhi fungsi kognitif pada lansia. Hipoglikemia maupun hiperglikemia dapat mengganggu aliran darah ke otak, menyebabkan penurunan daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan berpikir. Lansia lebih rentan mengalami gangguan ini karena perubahan metabolisme dan penurunan fungsi organ. Kontrol gula darah yang baik penting untuk menjaga kesehatan otak dan mencegah terjadinya penurunan kognitif, seperti demensia atau gangguan kognitif ringan pada usia lanjut. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar gula darah dengan fungsi kognitif pada lansia dengan diabetes melitus di wilayah kerja BLUD UPT Puskesmas Pahandut Palangka Raya. Metode : Penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumplan data melalui pengambilan sampel darah dan menggunakan kuesioner dengan teknik pengambilan sampling Purposive sampling yang diisi oleh 44 responden. Uji Stasitik menggunakan Spearman Rank. Hasil : hasil analisa uji statistik Spearman Rank menunjukan adanya hubungan antara kadar gula darah dengan fungsi kognitif di Wilayah Kerja BLUD UPT Pahandut Palangka Raya, dibuktikan dengan nilai Sig. 2-tailed atau nilai ρ = 0,002 dengan signifikan ρ ≤ 0,05. H1 diterima artinya ada hubungan kadar gula darah dengan fungsi kognitif pada lansia dengan diabetes melitus di wilayah kerja BLUD UPT Pahandut Palangka Raya. Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar gula darah dengan fungsi kognitif pada lansia dengan diabetes melitus di wilayah kerja BLUD UPT Puskesmas Pahandut Palangka Raya


