Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Dengan Perilaku Masyarakat Untuk Berobat Ke Puskesmas Kereng Bangkirai Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.641Keywords:
Pengetahuan, Sikap, Perilaku, PuskesmasAbstract
Latar Belakang: Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting dalam pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Namun pada saat melakukan survey pendahuluan di Puskesmas Kereng Bangkirai Palangka Raya telah mengalami penurunan jumlah kunjungan pasien sebesar 25,5% dalam 3 bulan terakhir. Pada bulan Januari tahun 2025 tercatat sebanyak 1.300 kunjungan, kemudian menurun menjadi 1.247 kunjungan pada bulan Februari tahun 2025 (turun sekitar 4,1%), dan kembali mengalami penurunan signifikan menjadi 969 kunjungan pada bulan Maret tahun (turun sekitar 22,3%). Secara keseluruhan, terdapat penurunan sebesar 331 kunjungan atau sekitar 25,5% dari Januari ke Maret Faktor pengetahuan dan sikap masyarakat diduga memengaruhi perilaku dalam memanfaatkan layanan Puskesmas. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku masyarakat untuk berobat ke Puskesmas Kereng Bangkirai Palangka Raya. Metode: Penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 73 responden yang dipilih menggunakan teknik Consecutive Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (72,6%) dan sikap positif (72,6%), namun perilaku baik hanya sebesar 27,4%. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan hubungan sangat kuat dan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku (ρ= 0,903;p = 0,000) serta antara sikap dengan perilaku (p =0,904; p=0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku masyarakat untuk berobat ke Puskesmas Kereng Bangkirai Palangka Raya.


