Hubungan Fungsi Afektif Keluarga Dengan Perilaku Menyimpang Pada Remaja Kelas XI Di SMK Karsa Mulya Palangka Raya

Authors

  • Ririn Gusniati Saputri STIKes Eka Harap
  • Dwi Agustian Faruk Ibrahim STIKES Eka Harap
  • Wenna Araya STIKES Eka Harap

DOI:

https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.632

Keywords:

Fungsi Afektif Keluarga, Perilaku Menyimpang, Remaja

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan fase perkembangan yang rentan terhadap berbagai perilaku menyimpang, seperti merokok, membolos sekolah, dan agresif. Masa ini adalah masa di mana remaja mulai mencari jati diri, mengalami perubahan fisik dan emosi yang signifikan, serta rentan terhadap pengaruh lingkungan. Fungsi ini mencakup kasih sayang, perhatian emosional, serta komunikasi terbuka antara anggota keluarga, yang berperan dalam pembentukan karakter, pengendalian diri, serta perkembangan sosial dan emosional remaja. Tujuan: Menganalisis hubungan antara fungsi afektif keluarga dengan perilaku menyimpang pada remaja kelas XI di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 65 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis agar memperoleh hasil yang valid dan reliabel. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara fungsi afektif keluarga dan perilaku menyimpang, dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,243 dan nilai signifikansi sebesar 0,002 (p < 0,05). Ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi fungsi afektif dalam keluarga, semakin rendah kecenderungan remaja untuk melakukan perilaku menyimpang. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah fungsi afektif keluarga memiliki peran penting dalam menekan perilaku menyimpang pada remaja. Keluarga yang memberikan dukungan emosional, kasih sayang, dan komunikasi yang baik dapat membantu remaja mengatasi tekanan perkembangan serta mengarahkan mereka ke arah perilaku yang positif. Oleh karena itu, disarankan agar konteks sosial emosional dan psikologi yang berkembang dilingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan juga untuk bekerja sama menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan psikososial remaja secara optimal dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-01-26

How to Cite

Ririn Gusniati Saputri, Dwi Agustian Faruk Ibrahim, & Wenna Araya. (2026). Hubungan Fungsi Afektif Keluarga Dengan Perilaku Menyimpang Pada Remaja Kelas XI Di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 9(1), 735–743. https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.632