Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Vulva Hygine Dalam Pencegahan Keputihan Pada Remaja Putri SMPN 8 Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.636Keywords:
Pengetahuan, Perilaku Vulva Hygine, Pencegahan KeputihanAbstract
Latar Belakang : Keputihan adalah keluarnya cairan berlebihan dari liang senggama (vagina) yang terkadang disertai rasa gatal, nyeri, rasa terbakar di bibir kemaluan, kerap disertai bau busuk, dan menimbulkan rasa nyeri sewaktu buang air kecil atau bersenggama ( Dewi, 2021). Pengetahuan adalah pemahaman atau informasi tentang subjek yang Anda dapatkan melalui pengalaman maupun studi yang diketahui baik oleh satu orang atau oleh orang-orang pada umumnya (Cambridge, 2020). Perilaku merupakan seperangkat perbuatan atau tindakan seseorang dalam melalukan respon terhadap sesuatu dan kemudian dijadikan kebiasaan karena adanya nilai yang diyakini.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini yang digunakan adalah metode Kolerasional menggunakan Teknik Purposive Sampling, dengan jumlah sampel 45 Responden. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner, Uji statistk menggunakan Rank Spearman.Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil yang didapatkan p value 0,003 < 0,05 terdapat Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Perilaku Vulva Hygine Dalam Pencegahan Keputihan Pada Remaja. Nilai tingkat kekuatan hubungan diperoleh nilai artinya kolerasi sedang dengan arah hubunan positif yang diartikan H1 Diterima H0 Ditolak. Kesimpulan : Ada hubungan antara Pengetahuan Dengan Perilaku Vulva Hygine Dalam Pencegahan Keputihan Pada Remaja Putri SMPN 8 Palangka Raya. Penelitian ini Berdasarkan dari hasil data uji Rank Spearman diperoleh nilai Sig. (2-tailed) antara Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Vulva Hygine Dalam Pencegahan Keputihan Pada Remaja Putri SMPN 8 Palangka Raya adalah 0,003<0,05 maka H1 di terima dan H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Vulva Hygine Dalam Pencegahan Keputihan Pada Remaja Putri Tingkat Correlation Coefficient diperoleh nilai 0,436 artinya korelasi Sedang antara hubungan kedua variabel tersebut bernilai positif.


