Hubungan Kadar Kolesterol dengan Tekanan Darah pada Penderita Diabetes Melitus
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i2.725Keywords:
Diabetes Melitus, Kadar Kolesterol, Tekanan DarahAbstract
Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) adalah kondisi serius, jangka panjang (kronis) yang disebabkan oleh peningkatan kadar glukosa darah karena tubuh tidak dapat menghasilkan hormon insulin dalam jumlah yang tepat atau tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkannya secara efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 196 pasien DM yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling melalui data rekam medis. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi- square. Hasil: Mayoritas pasien diabetes mellitus memiliki kadar kolesterol normal 57 responden (29.1%), kadar kolesterol rendah 43 responden (21.9%) dan kolesterol tinggi 96 responden (49.0%). Tekanan darah pada penderita diabetes mellitus didapatkan tekanan darah rendah sebanyak 6 responden (3.1%). Tekanan darah normal 44 responden (22.4%). Pasien diabetes mellitus yang mengalami pra hipertensi sebanyak 56 responden (28.6%), hipertensi tahap I 46 responden (23.5%) dan hipertensi tahap II 44 responden (22.4%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan kadar kolesterol dengan tekanan darah pada penderita diabetes mellitus tipe 1 dan 2 dengan p-value 0,297 > 0,05. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara hubungan kadar kolesterol dengan tekanan darah pada penderita diabetes mellitus. Peningkatan kadar kolesterol tetap berpotensi mempengaruhi tekanan darah dan meningkatkan risiko komplikasi vaskular. Pemantauan rutin kolesterol dan tekanan darah diperlukan dalam pengelolaan pasien diabetes mellitus.


