Pengaruh Metode Bermain Meronce Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Prasekolah Di TK Simpang Limau Banjarmasin
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v9i1.775Keywords:
Motorik Halus, Bermain Meronce, Anak PrasekolahAbstract
Latar Belakang: Perkembangan motorik halus merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia prasekolah karena berperan dalam kesiapan belajar dan aktivitas kemandirian sehari-hari. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menstimulasi kemampuan motorik halus adalah dengan kegiatan bermain meronce, yang melibatkan gerakan koordinasi antara mata dan tangan serta penggunaan otot-otot kecil pada jari. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bermain meronce terhadap perkembangan motorik halus anak prasekolah di TK Simpang Limau Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 15 anak usia 5-6 tahun yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi perkembangan motorik halus. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar motorik halus anak berada pada kategori belum berkembang (53,3%), setelah dilakukan kegiatan bermain meronce, terjadi peningkatan yang signifikan dimana mayoritas anak berada pada kategori berkembang sangat baik (60%). Uji statistik menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Metode bermain meronce terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak prasekolah. Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai alternatif stimulasi sederhana yang efektif dalam mendukung tumbuh kembang anak.


